Karanganyar — (28 September 2026) Imtaq Shighor melaksanakan studi banding ke Perpustakaan STIQ Isy Karima dalam rangka memperoleh wawasan dan pengalaman mengenai proses membangun dan mengembangkan perpustakaan dari awal.
Kegiatan ini menjadi sarana untuk belajar secara langsung bagaimana sebuah perpustakaan dipersiapkan, mulai dari tahap perencanaan, penataan ruang, pengadaan koleksi, pengelolaan administrasi, hingga penyelenggaraan layanan kepada pemustaka.
Dalam kunjungan tersebut, Perpustakaan STIQ Isy Karima berbagi pengalaman mengenai tahapan awal yang perlu dipersiapkan ketika membangun perpustakaan. Beberapa hal yang dibahas antara lain menentukan visi dan tujuan perpustakaan, menyusun struktur organisasi, menyiapkan sumber daya manusia, menyediakan sarana dan prasarana, menentukan jenis dan kebutuhan koleksi, serta menyusun aturan dan standar pelayanan.
Selain aspek fisik, peserta juga mendapatkan gambaran mengenai pentingnya membangun sistem pengelolaan perpustakaan sejak awal. Pengelolaan koleksi, pencatatan inventaris, klasifikasi dan katalogisasi, layanan sirkulasi, serta pemanfaatan sistem otomasi menjadi bagian penting agar perpustakaan dapat berjalan secara tertib dan berkelanjutan.



Dari Ruang Sederhana Menuju Layanan Digital
Salah satu pengalaman yang dibagikan adalah bahwa membangun perpustakaan tidak harus langsung dilakukan dalam skala besar. Perpustakaan dapat dimulai dari kondisi yang sederhana dengan menyesuaikan kemampuan, kebutuhan, dan sumber daya yang tersedia.
Hal yang lebih penting adalah adanya perencanaan yang jelas serta pengelolaan yang konsisten. Koleksi yang tersedia perlu didata dan diolah dengan baik, ruang ditata agar nyaman digunakan, dan layanan disusun sesuai kebutuhan pengguna.
Seiring perkembangan kebutuhan informasi, perpustakaan juga dapat dikembangkan menuju layanan berbasis teknologi, seperti katalog online, perpustakaan digital, dan repositori institusi. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi berkembang menjadi pusat informasi dan pembelajaran.
Belajar dari Pengalaman
Melalui studi banding ini, Imtaq Shighor diharapkan memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam membangun perpustakaan dari tahap awal.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang mungkin dihadapi, sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi lembaga masing-masing.
Membangun perpustakaan bukan hanya tentang menyediakan rak dan buku, tetapi membangun sistem, layanan, budaya literasi, dan lingkungan belajar yang dapat memberikan manfaat bagi penggunanya.
Perpustakaan STIQ Isy Karima menyambut baik kegiatan studi banding tersebut dan berharap pengalaman yang dibagikan dapat menjadi inspirasi bagi Imtaq Shighor dalam mempersiapkan dan mengembangkan perpustakaannya secara bertahap.